Huawei opens up further on 4.5G

first_img Author Previous ArticleRepublican commissioners push for 30-day delay on net neutrality voteNext ArticleUS mobile data sales pass $100B, but competition takes its toll – report Steve works across all of Mobile World Live’s channels and played a lead role in the launch and ongoing success of our apps and devices services. He has been a journalist…More Read more Ryan Ding, president of products and solutions at Huawei, said that so-called 4.5G networks represent “the first time that a mobile network is not focused on people – it will be focused on people and things”.At the vendor’s pre-MWC 2015 analyst and media briefing in London this morning, he claimed this represents “the big, big change”.The executive noted the changes need in the network necessary to support the evolving nature of connectivity, underpinned by the growth of the Internet of Things. These include shorter latency (cut from 50ms in current networks to 10ms in the future) and a boost in capacity to support 100,000 connections per cell (a 100 times increase over 4G).And, unsurprisingly, speed will be a major factor. Ding said that while 4K video is likely to be an important feature of fixed networks, in the mobile space the focus will be on 2K. But this will require an increase in download speeds from 8Mb/s for HD to 45Mb/s for 2K.“Video performance has become a key benchmark for the network,” he observed.Bob Cai (pictured), VP of marketing for Huawei’s wireless unit, said that “4.5G we think is a smooth evolution of 4G, like HSPA+ in 3G times”. The plan is to commercialise products next year, positioning 4.5G around half-way on the timeline between 4G LTE and 5G.As part of the evolution path, he said that new technologies forming part of the roadmap include massive MIMO, massive carrier aggregation, licence-assisted access (LTE-U) and 256QAM modulation.Cai also said that 4.5G will “make cellular IoT possible”, via a technology specifically tailored to this use case – LTE-M. This will support the massive increase in the number of connected devices, while providing better coverage (receivers require 1/100th of the signal power of existing 2G systems), using low power terminals (10 year battery life).The 4.5G update came as Huawei unveiled what it described as “its vision for the ICT industry”, using the tag ‘Open Roads’. And Roads is an acronym based on “a new pattern of traffic consumption featuring five fundamental characteristics: real-time, on-demand, all-online, DIY and social”.The company showcased its work in a number of areas, including the progress it has made with its SoftCOM strategy, which uses technology such as NFV, SDN and cloud computing to drive network evolution, and showcased a high-throughput router designed to support the era of “FMC2.0” – fixed and mobile networks and content.Also presented at the event was its FusionCloud Omni Solution, enabling interoperability between public and private clouds and serving as a hybrid-cloud self-service system. Home Huawei opens up further on 4.5G Steve Costello AddThis Sharing ButtonsShare to LinkedInLinkedInLinkedInShare to TwitterTwitterTwitterShare to FacebookFacebookFacebookShare to MoreAddThisMore 24 FEB 2015 last_img read more

Frank William Abagnale Jr. – Pilot ‘Gadungan’ yang Sukses Berkeliling Dunia Secara Gratis!

first_imgShare this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Like this:Like Loading… RelatedDemi Perlakuan Istimewa dari Maskapai, Pria India Menyamar Jadi Pilot Lufthansa22/11/2019In “Bandara”Selain di Pakistan, Pilot Berlisensi Palsu Ternyata Lebih Banyak di India18/08/2020In “Featured”Serba Otomatis dan Komputerisasi Turunkan ‘Kemampuan’ Pilot Ketika Mengudara29/05/2019In “Featured” Sumber: istimewa Anda masih ingat dengan sosok pilot gadungan yang kedapatan berkeliaran di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta? Lalu pernahkah terlintas di pikiran Anda jika pesawat yang Anda tumpangi tersebut dikemudikan oleh seorang pilot abal-abal? Duh, tentu saja hal seperti ini bisa membahayakan keseluruhan penumpang dan awak penerbang yang beroperasi di dalamnya ya! Nah, ternyata ketakutan Anda tersebut sudah pernah terjadi sebelumnya, dimana seorang pria berkebangsaan Amerika Serikat pernah menyamar menjadi seorang pilot gadungan yang membuatnya mampu berkeliling dunia secara cuma-cuma, lho!Baca juga: Pilot Garuda Indonesia ‘Gadungan’ Diciduk di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Frank William Abagnale Jr., pria kelahiran Bronxville, New York, 27 April 1948 ini terkenal sebagai pemalsu identitas ulung. Tidak hanya terkenal sebagai pemalsu identitas saja, pria yang akrab disapa Abagnale ini juga mahsyur dengan keahliannya untuk memalsukan cek, hingga melarikan diri. Salah satu aksinya yang paling terkenal dan merupakan titik balik kelihaian Abagnale dalam berkelit ini adalah ketika ia berhasil memalsukan cek senilai US$2,5 juta di 26 negara selama lima tahun – dimana ia memulai aksinya ini ketika ia berusia 16 tahun.Di antar serangkaian kasus penipuan yang dilakukannya, pria yang kini bekerja sebagai seorang konsultan keamanan Amerika Serikat ini juga pernah melakukan penyamaran sebagai seorang pilot dari maskapai Pan American World Airways (Pan Am). Penyamarannya sebagai seorang pilot ini sebenarnya merupakan bagian dari aksinya untuk menguangkan cek – agar petugas bank percaya bahwa aksi tipu-tipu Abagnale adalah benar adanya.Abagnale mendapatkan seragam pilot Pan Am dengan cara menghubungi pihak maskapai secara langsung dan mengatakan bahwa dirinya merupakan seorang pilot yang kehilangan seragamnya di sebuah hotel. Dari situ, Abagnale tidak hanya mendapatkan seragam pilot, melainkan sebuah ID pilot yang menjadi bekal untuknya. Dari situ, Abagnale juga memalsukan lisensi penerbang yang dikeluarkan oleh Federal Aviation Administration (FAA).Sejak terdaftar sebagai pilot Pan Am, Abagnale telah terbang lebih dari 1.000.000 mil, dengan lebih dari 250 penerbangan dan terbang menuju 26 negara dengan cara deadheading. Deadheading merupakan praktik membawa penumpang secara gratis, biasanya merupakan anggota dari perusahaan dimana ia bekerja.Tidak hanya terbang ke banyak destinasi, Abagnale juga mendapat privilege untuk menginap di hotel secara cuma-cuma dalam rentang waktu penyamarannya.Percayalah, kendati Abagnale tidak mengudara bersama Pan Am, pihak maskapai tidak akan percaya bahwa Abagnale merupakan seorang penipu ulung karena ia memiliki lisensi resmi dari Pan Am dan dokumen FAA palsu yang ia tirukan.Baca Juga: Wiweko Soepono – Bapak ‘Two-Men Cockpit’ yang Sarat Pengalaman di Dunia DirgantaraSatu momen yang tidak bisa lekang dari ingatan Abagnale adalah ketika ia ditawarkan untuk mengendalikan pesawat oleh seorang pilot di ketinggian 30.000 kaki. Cerdiknya, Abagnale langsung mengaktifkan sistem auto-pilot dan ia bisa teus melanjutkan penyamarannya sebagai pilot gadungan.“Kala itu saya sadar bahwa nyawa dari 140 penumpang berada di tangan saya – termasuk nyawa saya sendiri. Saya langsung berinisiatif untuk menyalakan sistem auto-pilot, karena jangankan untuk menerbangkan pesawat, menerbangkan layang-layang saja saya tidak bisa.”last_img read more

Lloyd takes bragging rights as Wales U18 edge England U18

first_imgWales led 19-10 at the break thanks to tries from Cameron Lewis, Sam Costelow and Osian Knott, while England’s George Barton scored all of his side’s points with a converted try as well as a penalty.Wales’ Teddy Williams and England’s Harvey Beaton stretched the score but despite late pressure the side could not overturn the six-point deficit.Reflecting on the defeat, England U18 coach, Jim Mallinder said: “We went a few points down in the first half, Wales played well and put us under a lot of pressure.”However, in the second half we showed real spirit, the finishers who came off the bench made a really good impact and on another day we would have won the game. We created three fairly clear-cut chances but just couldn’t take those. It was a big improvement from last Friday and we are moving in the right direction. “We want the team to improve and develop but we also want them to win but sometimes that doesn’t happen. We are disappointed, but we’ll analyse the game, move forward, train hard and look to end the series on high against South Africa on Saturday.”last_img read more